Friday, November 23, 2012

dramatisasi, demonstrasi, dan lingkungan sebagai media pembelajaran


MAKALAH

DRAMATISASI, DEMONSTRASI, DAN LINGKUNGAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN
Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah                  : Teknologi Pendidikan
Dosen pengampu          : Ahmad Afroni, M. Pd.


 







Disusun oleh :
TRI INDAH PAMUJI
2021110198
KELAS E

JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) PEKALONGAN
2012

BAB I
PENDAHALUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Permasalahan dalam pengajaran atau pembelajaran merupakan sesuatu yang dapat mempengaruhi siswa dalam hal menyerap ilmu yang telah disampaikan oleh seorang guru. Dalam proses belajar mengajar, kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting. Karena dalam kegiatan tersebut, ketidakjelasan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara. Media merupakan sarana yang membantu proses pembelajaran terutama yang berkaitan dengan indera pendengaran dan penglihatan, bahkan adanya media tersebut dapat mempercepat proses pembelajaran murid karena dapat membuat pemahaman murid lebih cepat pula. Penggunaan media pengajaran dalam proses pengajaran sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pengajaran. Sebagai alat bantu, media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pengajaran. Disamping itu media adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.
Media adalah sumber belajar, secara luas media dapat diartikan dengan manusia, benda, ataupun peristiwa yang memungkinkan anak didik memperoleh pengetahuan dan ketrampilan. Jadi, media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Dalam proses pengajaran dramatisasi, demonstrasi, dan lingkungan juga bisa digunakan sebagai media. Dengan berbagai kelebihan - kelebihannya media – media ini bisa dijadikan sebagai media yang cukup efektif dan efisien. Dan sebagai seorang guru yang profesional haruslah hendaknya dapat menguasai media pembelajaran yang bisa menarik perhatian siswa, seperti media yang telah disebutkan yakni demonstrasi dan dramatisasi. Untuk lebih jelasnya tentang media ini maka akan dijelaskan tentang pengertian, serta kelebihan dan kelemahan dari dramatisasi, demonstrasi, dan lingkungan.

B.       Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di paparkan, maka selanjutnya penulis akan mengemukakan masalah – masalah apa saja yang membutuhkan pembahasan lebih lanjut. Rumusan masalah tersebut antara lain adalah :
1.      Apa pengertian dari dramatisasi sebagai media pembelajaran dan apa kelebihan serta kekurangannya ?
2.       Apa pengertian dari demonstrasi sebagai media pembelajaran dan apa kelebihan serta kekurangannya ?
3.      Apa pengertian dari lingkungan sebagai media pembelajaran dan apa kelebihan serta kekurangannya ?

C.       Tujuan Pembahasan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui atau mencari jawaban dari rumusan masalah diatas. Adapun tujuan – tujuannya adalah :
1.      Untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang apa itu dramatisasi serta kelebihan dan kekurangannya.
2.      Untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang apa itu demonstrasi serta kelebihan dan kekurangannya.
3.      Untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang apa itu lingkungan serta kelebihan dan kekurangannya






BAB II
PEMBAHASAN

A.      Dramatisasi
1.      Pengertian Dramatisasi
Menurut kamus besar bahasa Indonesia, dramatisasi adalah penyesuaian cerita untuk pertunjukan sandiwara; pendramaan, hal membuat suatu peristiwa menjadi mengesankan atau mengharukan,  pembawaan atau pembacaan puisi atau prosa secara drama.[1] Jadi dramatisasi sebagai media pembelajaran merupakan suatu pembelajaran melalui pendramaan.
Dramatisasi adalah teknik pengajaran yang menggunakan ekspresi. Pada dramatisasi biasanya anak – anak sendiri yang menjadi sebagai pelaku untuk mendramatisasikan segala peristiwa atau keadaan yang berkenaan dengan pelajaran sejarah atau cerita – cerita masa lampau. Dalam dramatisasi ini para siswa aktif dalam permainan atau mereka hanya sebagai penonton dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Pengajaran melalui dramatisasi dapat dilakukan dalam bentuk pageant, pantonim, tableau, bermain – main peranan, atau sosiodrama. Langkah – langkah yang harus dilakukan dalam pelaksanaan dramatisasi ini adalah :
a.       Mempersiapkan situasi untuk memulai drama.
b.      Menjelaskan kepada anak – anak apa yang diharapkan dari hasil dramatisasi yang dilakukan.
c.       Menugaskan untuk memegang peran tertentu kepada anak – anak.
d.      Mengadakan konsultasi dan koordinasi dengan para pelaku.
e.       Pelaksanaan drama.
f.       Menilai drama tersebut secara bersama – sama antara guru dengan siswa.[2]

2.      Kelebihan dan Kelemahan Dramatisasi
Kelebihan atau keuntungan dari dramatisasi dalam kegiatan belajar mengajar antara lain adalah :
a.       Menyalurkan ekspresi anak – anak kedalam kegiatan yang menyenangkan.
b.      Mendorong aktivitas, inisiatif, dan kreativitas anak.
c.       Memahami isi cerita.
d.      Membantu untuk menghilangkan perasaan malu, rendah diri, keseganan, dan kemurungan pada anak.
e.       Memupuk rasa saling membantu dan kerja sama antara satu dengan yang lainnya, juga memupuk perasaan saling mempercayai sesuai dengan kesanggupan masing – masing.[3]
Kelemahan dari dramatisasi dalam kegiatan belajar mengajar adalah :
a.       Membutuhkan persiapan dan perencanaan yang matang dalam pelaksanaannya, karena guru di haruskan menyusun dan membuat naskah cerita terlebih dahulu sebelum nantinya di dramatisasikan.
b.      Membutuhkan kejelian dan keseksamaan bagi guru dalam memilih dan menugaskan siswa – siswanya yang akan menjadi pelaku dalam cerita agar sesuai dengan karakter penokohan yang ada.
c.       Memerlukan waktu lebih bagi siswa dalam memahami dan mendalami karakter dan isi ceritanya.
d.      Perlu adanya menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa. Karena kebanyakan siswa merasa malu dan tidak percaya diri bila harus tampil di depan umum.
e.       Membutuhkan kerja sama.


B.       Demonstrasi
1.    Pengertian Demonstrasi
Demonstrasi merupakan teknik mengajar yang sudah tua dan telah ada sejak lama. Demonstrasi adalah cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.[4] Dengan demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan lebih berkesan secara mendalam, sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna. Juga siswa dapat mengamati dan memperhatikan pada apa yang diperlihatkan guru selama pelajaran berlangsung. Adapun penggunaan teknik demonstrasi mempunyai tujuan agar siswa mampu memahami tentang cara mengatur atau menyusun sesuatu.[5]
Perbedaannya dengan dramatisasi adalah bila pada demonstrasi ini pada umumnya gurulah yang mendemonstrasikan atau mempertunjukkan bagaimana cara bekerja atau melakukan sesuatu kemudian barulah para siswa mengikutinya sebagaimana petunjuk guru.[6]
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan demonstrasi :
a.    Mengetahui latar belakang dan kepeluan yang akan dihadapi.
b.    Melukiskan pokok persoalan yang diperbincangkan di papan tulis atau kertas untuk dibagi-bagikan.
c.    Mengatur waktu sedemikian rupa.
d.   Adakan diskusi setelah demonstrasi berakhir.
e.    Sediakan waktu untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan demonstrasi yang dilakukan.
f.     Mengambil kesimpulan dan melakukan ulangan.
Menurut Oemar Hamalik (1985:169), demonstrasi itu efektif apabila :
a.       Setiap langkah dari demonstrasi harus dapat dilihat dengan jelas oleh siswa.
b.      Semua penjelasan secara lisan hendaknya dapat didengar secara jelas oleh siswa.
c.       Anak-anak mengikuti, dan pada prinsipnya mereka harus tahu apa yang sedang diamati.
d.      Demonstrasi harus direncanakan dengan teliti.
e.       Guru sebagai demonstrator harus mengerjakan tugas-tugasnya dengan lancar dan efektif.
f.       Demonstrasi hendaknya dilaksanakan pada saat yang tepat.
g.      Beri kesempatan kepada anak-anak untuk berlatih apa yang telah mereka amati.
h.      Siapkan semua alat yang diperlukan sebelum demonstrasi dimulai.
i.        Demonstrasi hendaknya disertai dengan ringkasannya di papan tulis.
j.        Jangan melupakan tujuan pokok.
k.      Lakukan try out terlebih dahulu sebelum demonstrasi dilaksanakan.
l.        Buat laporan tentang hasil demonstrasi itu.
Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan sebelum demonstrasi dimulai  adalah sebagai berikut :
a.         Persiapkan alat-alat yang diperlukan.
b.         Guru menjelaskan kepada anak-anak apa yang direncanakan dan apa yang dikerjakan.
c.         Guru mendemonstrasikan kepada anak-anak secara perlahan-lahan, serta memberikan penjelasan yang cukup singkat.
d.        Guru mengulang kembali selangkah demi selangkah dan menjelaskan alasan-alasan setiap langkah.
e.         Guru menugaskan kepada siswa agar melakukan demonstrasi sendiri langkah demi langkah dan disertai penjelasan.[7]
2.    Kelebihan dan Kelemahan Demonstrasi
Kelebihan dari demonstrasi antara lain adalah :
a.       Dapat membuat pelajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, sehingga menghindari verbalisme.
b.      Siswa lebih mudah memahami apa yang dipelajari.
c.       Proses pengajaran lebih menarik.
d.      Siswa dirangsang untuk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri.
Kelemahan atau kekurangan dari demonstrasi adalah :
a.       Demonstrasi memerlukan keterampilan guru secara khusus.
b.      Fasilitas seperti peralatan, tempat dan biaya yang memadai tidak selalui tersedia dengan baik.
c.       Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yang matang disamping memerlukan waktu yang cukup panjang, yang mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain.[8]

C.       Lingkungan
1.      Pengertian Lingkungan
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) lingkungan diartikan sebgai bulatan yang melingkungi (melingkari). Pengertian lainnya yaitu sekalian yang terlingkung di suatu daerah. Dalam literatur lain disebutkan bahwa lingkungan itu merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia. Lingkungan adalah sesuatu gejala alam yang ada disekitar kita, dimana terdapat interaksi antara faktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup). Lingkungan menyediakan rangsangan (stimulus) terhadap individu dan sebaliknya individu memberikan respons terhadap lingkungan. Dalam proses interaksi itu dapat terjadi perubahan pada diri individu berupa perubahan tingkah laku.[9]
Lingkungan sebagai media ini dianggap sebagai cara yang bermakna disebabkan para siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya secara alami, sehingga lebih nyata, lebih faktual dan kebenarannya lebih bisa dipertanggung jawabkan. Lingkungan ini juga bisa dijadikan sebagai sumber belajar para siswa. Berbagai bidang studi yang dipelajari siswa disekolah hampir bisa dipelajari dari lingkungan seperti ilmu – ilmu sosial, ilmu – ilmu pengetahuan alam, bahasa, kesenian, dll.[10] Cara mempelajari lingkungan sebagai media dan sumber belajar ini adalah dengan survey, kamping atau berkemah, karyawisata, praktek lapangan, mengundang sumber atau nara sumber, serta melalui proyek pelayanan dan pengabdian pada masyarakat. Jenis lingkungannya antara lain lingkungan sosial, lingkungan alam, dan lingkungan buatan. Langkah – langkah persiapannya antara lain adalah :
a.       Guru dan siswa menentukan tujuan belajar yang ingin diperoleh.
b.      Menentukan objek yang harus dipelajari dan dikunjungi.
c.       Menentukan cara belajar siswa pada saat kunjungan dilakukan.
d.      Guru dan siswa mempersiapkan perizinan jika diperlukan.
e.       Persiapan teknis yang diperlukan untuk kegiatan belajar.[11]
2.       Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan atau keuntungan dari lingkungan sebagai media pembelajaran adalah :
a.       Kegiatan belajar lebih menarik dan tidak membosankan.
b.      Hakikat belajar akan lebih bermakna sebab siswa dihadapkan langsung dengan situasi dan keadaan yang sebenarnya atau bersifat alami.
c.       Bahan-bahan yang dapat dipelajari lebih kaya serta lebih faktual sehingga kebenarannya lebih akurat.
d.      Kegiatan belajar lebih komprehensif dan lebih aktif.
e.       Sumber belajar menjadi lebih kaya.
f.       Siswa juga lebih dapat memahami dan menghayati aspek-aspek kehidupan yang ada dilingkungannya, sehingga dapat membentuk pribadi yang tidak asing dengan kehidupan di sekitarnya, serta dapat memupuk rasa cinta akan lingkungan.[12]
Kelemahan atau kekurangannya adalah :
a.       Tidak seperti pelajaran dalam kelas, pelajaran diluar kelas harus disiapkan secara matang karena jika kurang persiapan sebelumnya akan menyebabkan ada kesan main-main ketika pelajaran berlangsung.
b.      Adanya anggapan belajar dengan lingkungan memerlukan waktu yang relatif lama, padahal pelajaran cukup dilakukan selama beberapa menit saja kemudian dilanjutkan dikelas.
c.       Banyak guru yang masih berpandangan sempit bahwa belajar hanya dilakukan didalam kelas.[13]




BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Dramatisasi adalah teknik pengajaran yang menggunakan ekspresi. Pada dramatisasi biasanya anak – anak sendiri yang menjadi sebagai pelaku untuk mendramatisasikan segala peristiwa atau keadaan yang berkenaan dengan pelajaran sejarah atau cerita – cerita masa lampau. Pengajaran melalui dramatisasi dapat dilakukan dalam bentuk pageant, pantonim, tableau, bermain – main peranan, atau sosiodrama.
Sedangkan demonstrasi merupakan cara penyajian pelajaran dengan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yang sering disertai dengan penjelasan lisan.
Lingkungan sebagai media dianggap sebagai cara yang bermakna disebabkan para siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya secara alami, sehingga lebih nyata, lebih faktual dan kebenarannya lebih bisa dipertanggung jawabkan. Lingkungan ini juga bisa dijadikan sebagai sumber belajar para siswa. Berbagai bidang studi yang dipelajari siswa disekolah hampir bisa dipelajari dari lingkungan seperti ilmu – ilmu sosial, ilmu – ilmu pengetahuan alam, bahasa, kesenian, dll.
B.       Saran
Sebagai seorang guru yang profesional haruslah hendaknya dapat menguasai media pembelajaran yang bisa menarik perhatian siswa, yakni seperti media pembelajaran demonstrasi dan dramatisasi. Selain itu sebagai seorang guru yang kreatif dan profesional haruslah juga bisa memanfaatkan media pembelajaran lingkungan yang penuh dengan keuntungan atau kelebihan – kelebihannya.

DAFTAR PUSTAKA

K., Roestiyah N. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Mustakim, Zaenal. 2009. Strategi dan Metode Pembelajaran. Yogyakarta : Gama Media Yogyakarta.
Sudjana, Nana. 2010. Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Usman, Basyiruddin dan Asnawir. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta : Ciputat Press.



[1] http://kbbi.web.id/index.php?w=dramatisasi, (diakses tanggal 20/11/2012).
[2] Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), hal. 106.
[3] Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), hal. 105.
[4] Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran, (Yogyakarta : Gama Media Yogyakarta, 2009), hal. 124.
[5] Roestiyah N. K., Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2001), hal. 83.
[6] Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), hal. 106.
[7] Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta : Ciputat Press, 2002), hal. 107 – 109.
[8] Zaenal Mustakim, Strategi dan Metode Pembelajaran, (Yogyakarta : Gama Media Yogyakarta, 2009), hal. 124 – 125.
[10] Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2010), hal. 208.
[11] Ibid., Nana Sudjana, hal. 215.
[12] Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Bandung : Sinar Baru Algensindo, 2010), hal. 208 – 209.

2 comments:

Gino Sang Qyu - Qyu said...

waw... bagus......

kunjung balik ya....
follow me...... gino akompcy

gino99.blogspot.com

Tri Indah said...

uke. thanks. follow my blog juga yaa... :)